BUKA MULUT: A Day in The Life

Close

 

Jangan Lupa

DAFTAR AGLOCO DI SINI!

Download Gratis!

FREE AGLOCO EBOOK di SINI!

September 10, 2006

A Day in The Life

Saya tidak dilahirkan di zaman kejayaan The Beatles. Tapi The Beatles jelas-jelas telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Ketika banyak orang menjadi maniac beatles, saya tidak sampai ke situ, karena berbagai keterbatasan. Cukup mengoleksi MP3 dari 13 album 'standar' The Beatles - itu juga baru belakangan ini - dan tidak sampai harus bela-belain mengejar koleksi sampai ke luar negeri. Bootlegs? Saya tidak punya. Bahkan saya juga tidak punya satu pun memorabilia atau  pernak pernik The Beatles lainnya.
 
Meski demikian, saya harus mengakui bahwa The Beatles - dalam hal ini lagu-lagunya - menjadi salah satu 'alat' yang mempermudah saya dalam bergaul. Yup, saya punya banyak teman, salah satunya juga karena itu. Apalagi kalau kebetulan kita masuk ke lingkungan yang orang-orangnya termasuk penggemar The Beatles. Nyanyi-nyanyi, main gitar, sambil ngobrol ngalor ngidul, biasanya lebih mempermudah saya untuk masuk ke sebuah lingkungan sosial yang baru sekali pun.
 
Saya ingat, ketika masih kelas 2 SMP, saya nyanyi Ticket to Ride di acara perpisahan kelas tiga. Pernah ngamen (masih SMP juga) nyanyinya lagu-lagu The Beatles. Mulai main band agak serius di usia SMA, gonta-ganti jenis musik, yang nyantol tetep lagu-lagu The Beatles. Kuliah, bahkan setelah lulus, bersama temen-temen tetap bawain lagu-lagu The Beatles, yang membuat saya bersentuhan dunia entertainment di kafe-kafe di Bandung. Bahkan sampai ke Jakarta beberapa kali, walau pun kalau dihitung-hitung tidak ada keuntungan secara materi karena lebih sering main nggak dibayar:-) The Beatles membuatku pernah hapal di luar kepala sekitar 150-an lagu The Beatles (sekarang jauh berkurang karena nggak main band lagi...).
 
Sebatas itu saja. Jangan tanya saya soal lagu ini di album apa, soal latar belakang dibikinnya sebuah lagu, dsb. Bahkan ulang tahun personnelnya saja saya nggak tahu. Yang saya ingat paling-paling tanggal ditembaknya John Lennon oleh Mark David Chapman, 8 Desember 1980. Itu juga kalau tidak salah.
 
Ketika band bitelan (begitulah saya dan kawan-kawan menyebutnya) kami bubar karena berbagai alasan, saya pernah nyoba bikin lagi dengan temen-temen yang lain. Ternyata susah, karena bawain lagu mereka bukan cuma soal skill, tapi juga soal 'hati'. Buat saya sih begitu, entah buat yang lain.
 
Belakangan ini saya iseng-iseng ikutan di sebuah milis The Beatles, walau pun cuma jadi lurker. Itu cukup membuat nyaman, karena ada kesan (atau mungkin ini cuma perasaan saya saja) mereka-mereka yang ada di dalamnya kebanyakan lebih sering pameran 'ilmu' atau pun koleksi The beatles yang mereka miliki ketimbang berbagi. Tidak ada yang salah sih. Saya cuma kurang sreg saja dengan gaya seperti itu. Secara prinsip, buat saya nggak ada masalah, karena tetep dapet ilmu gratis dari mereka, tanpa mereka perlu tahu.
 
Penggemar The Beatles cowok semua? Jangan salah! Banyak perempuan yang menyukai The Beatles. Bahkan siapa tahu banyakan cewek dibanding cowok, mengingat jumlah penduduk dunia katanya didominasi perempuan. Ah,lagipula apa bedanya?
 
Buat saya pribadi, menyukai - kalau istilah mencintai terlalu romantis - sesuatu, tidak selalu harus ditunjukkan dengan cara menggebu-gebu. Menyukai The Beatles tidak selalu harus ditunjukkan dengan mempertontonkannya secara vulgar. Entah kenapa, saya lebih suka sikap low profile. Buat saya, The Beatles itu lebih untuk dinikmati (lagu-lagunya) ketimbang untuk dipamer-pamerkan.
 
Link pada sebuah comment di blog saya, membuat saya tertarik mengunjunginya. Pennylane dan A Day in The Life, itu adalah judul-judul lagu milik The Beatles. Dan disudut kanan blog itu ada kutipan dari lagu The End, "And in the end, the love you take, is equal to the love we make.." Ah, Anda suka The Beatles rupanya. Dan Anda tidak merasa perlu untuk mengatakan, "Saya penggemar The Beatles lho!"
 
Menyukai The Beatles memang tidak selalu identik dengan gembar-gembor seperti yang dilakukan kebanyakan orang.
 
The Beatles Blog


Saatnya mendapatkan hak kita. Surfing dibayar. Referring temen juga dibayar. Daftar GRATIS! Di Agloco, nggak ada biaya tersembunyi. 100% GRATIS!!

4 Comments:

At 9/10/2006 02:39:00 pm, Anonymous Anonymous said...

wah..kalo aku sih kurang pahama lagu2 the beatles, maklum masih termasuk generasi baru..hehehe

 
At 9/10/2006 08:09:00 pm, Anonymous Anonymous said...

He..he..jangan salah Mas, di Jkt ada anak SMP yang jago banget soal The Beatles.. Tapi ya itu sih soal selera.. Saya jg sekedar suka kok..Kebetulan smpt 'diracunin' kakakku..

 
At 9/11/2006 09:08:00 pm, Anonymous Anonymous said...

Akhirnya!!! Ada juga yang mengenali :)

 
At 9/12/2006 06:03:00 am, Blogger Tata Danamihardja said...

He..he..konon katanya ada ikatan emosional antar penikmat The Beatles :-)

 

Post a Comment

<< Home