BUKA MULUT: Catatan Tercecer 19082007

Close

 

Jangan Lupa

DAFTAR AGLOCO DI SINI!

Download Gratis!

FREE AGLOCO EBOOK di SINI!

August 21, 2007

Catatan Tercecer 19082007

Anda yang suka baca Kho Ping Hoo pasti kenal dengan istilah Yin dan Yang, dua unsur dalam filosofi Cina yang berfungsi saling melengkapi dan menciptakan kehidupan yang seimbang. Dalam Islam, sejak kecil kita sudah diajari bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Ada siang, ada malam, besar-kecil, hitam-putih, kaya miskin, cakep-jelek, untung rugi, jauh-dekat, sukses-gagal, dll. Satu saja dari unsur tersebut hilang, maka yang sisanya tidak lagi punya makna.
 
Bayangkan jika tidak ada siang, maka pasti tidak ada istilah malam, karena kata malam ini terjadi justru untuk membedakannya dari keadaan terang benderang yang disebut siang. Siapa yang akan disebut gendut kalau tidak ada yang kurus? Anda yang saat ini mendapat rejeki berlimpah tidak akan disebut kaya, jika tidak ada orang miskin. Maka sepatutnya Anda berterimakasih kepada orang-orang miskin, sebab keberadaan merekalah yang membuat Anda mendapat predikat orang kaya.
 
Minggu siang, 19 Agustus 2007 lalu, saya ketemu temen-temen lama yang sebagian besar diantaranya sudah belasan tahun tidak bertemu. Heboh, rame, seru, kangen-kangenan. Ini tidak lepas dari hukum sebab akibat: kangen, karena jarang ketemu. Coba kalau sering ketemu, boro-boro kangen. Seringnya malah berantem.
 
Terlepas dari hebohnya suasana kangen-kangenan, ada banyak hal yang buat saya pribadi bisa dijadikan bahan renungan. Sekian belas tahun tidak bertemu, buat saya seperti buku 'ayo tentukan ceritamu sendiri'. Setelah di bagian awal membaca cerita yang sama, di bagian tertentu dari buku itu, masing-masing diberi pilihan untuk memilih lanjutan cerita yang berbeda-beda. Ending cerita tentu saja tidak akan sama. Titik menentukan pilihan inilah yang membawa masing-masing menuju ending cerita yang pasti tidak sama dan belum ketahuan akan seperti apa.
 
Dan bukan cuma ending cerita yang berbeda. Perjalanan dalam menjalani peran dalam cerita itu juga berbeda-beda. Ada yang berubah, ada yang sedikit berubah, ada juga yang masih tetap seperti dulu, baik soal sikap, perilaku, termasuk juga soal rejeki. Secara umum, manusia biasanya cenderung mencari lingkungan yang se-level dalam banyak hal. Yang kaya mencari yang kaya juga. Yang ganteng, yang cantik, yang pake baju mahal mencari 'species' yang sejenis. Yang karirnya sukses (dalam terminologi kebanyakan orang: banyak uang, pegang posisi penting di kantor dll.) jelas memilih bergabung dengan mereka yang sukses juga. Padahal jika berkaca pada filosofi Yin dan Yang, maka sikap ini jelas keliru, karena justru akan menciptakan ketidakseimbangan.
 
Celakanya, orang-orang yang dianggap gagal, miskin, dll. juga sering memperparah kondisi ini. Saya punya tetangga seorang pensiunan jenderal. Dulunya di Jakarta dan sempat pegang posisi penting di jaman pemerintahan Pak Harto. Tetangga saya yang lain, seorang tukang becak, anehnya kerapkali bersikap hormat secara berlebihan, dibanding sikapnya terhadap tetangga lain yang bukan mantan jenderal. Padahal dia hidup tidak tergantung kepada pak mantan jenderal ini. Dia tetap mengayuh becak agar bisa makan. Ini yang saya katakan memperparah, karena dengan perlakuan yang berbeda dari orang-orang di sekitarnya, orang yang memiliki kelebihan akan semakin merasa berbeda, semakin merasa lebih dibanding orang lain.
 
Apakah saya melihat ini pada pertemuan kangen-kangenan kemarin? Saya tidak berani mengatakan ya atau tidak. Sampai saat ini saya masih sibuk mencerna apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya alami kemarin. Kalaupun suatu saat saya akhirnya menarik kesimpulan, biarlah itu saya simpan menjadi koleksi pribadi dalam memori otak saya, dan orang tak perlu tahu. Yang lebih penting dari itu semua, saya mendapat banyak pelajaran berharga dari situ: bahwa definisi sukses sangat relatif, bahwa menjalani hidup dengan lebih arif ternyata amat sangat tidak mudah.  


Saatnya mendapatkan hak kita. Surfing dibayar. Referring temen juga dibayar. Daftar GRATIS! Di Agloco, nggak ada biaya tersembunyi. 100% GRATIS!!

2 Comments:

At 9/16/2007 11:40:00 am, Blogger Urangbanjar said...

Wah, saya termangu membaca blog anda secara keseluruhan, kagum! Saya jd terinspirasi karena saya berencana bikin blog serupa dngan gaya khas seperti anda. Asyik banget! Mudahan anda selalu berhasil dalam hidup dan kehidupan. Thanks!

 
At 9/17/2007 07:27:00 am, Anonymous Tata said...

Terimakasih atas doanya, Mas (atau Mbak). Mudah-mudahan keberkahan melingkupi kehidupan kita semua. Amien.

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home