BUKA MULUT: Read More..

Close

 

Jangan Lupa

DAFTAR AGLOCO DI SINI!

Download Gratis!

FREE AGLOCO EBOOK di SINI!

February 19, 2007

Read More..

Ngeblog memang bikin kecanduan. Lupa makan, lupa tidur, lupa bahwa uang kita terbatas sehingga akibatnya kadang-kadang tekor di saat kita harus bayar tagihan telepon bulanan. Tapi di sisi lain jelas banyak hal yang saya dapatkan di situ, terutama tambahan pengetahuan mengenai banyak hal. Bagaimana menulis kontent, mempercantik (atau malah memperburuk) tampilan dan lain-lain.
 
Penampilan sebuah blog bisa diibaratkan kemasan suatu produk. Atau etalase jika blog kita diibaratkan toko. Dengan sekali lirik, pengunjung akan disodori oleh kesan pertama pada pandangan pertama. Jika pengunjung tersebut merasa tertarik oleh kemasan alias tampilan blog kita, maka besar kemungkinan ia akan mulai melongok lebih dalam. Mulai mencari-cari siapa tahu isinya menarik.
 
Menarik ini memang sangat subjektif. Menarik buat seseorang, belum tentu menarik bagi orang lain. Ini soal selera. Demikian juga soal konten atau isi dari blog kita. Jadi nggak usah berkecil hati ketika ada yang mengatakan bahwa blog kita tidak menarik, baik itu tampilannya ataupun isinya. Itu sama sekali tidak mewakili keseluruhan pembaca blog kita. Namun demikian, jangan juga beranggapan blog kita sudah sempurna segala-galanya. Tidak ada yang sempurna seperti itu. Sehebat apa pun seseorang, pasti ada saja kelemahannya, baik yang permanen maupun yang temporer.
 
Bicara soal kontent, ada semacam trend untuk menuliskan sebagian tulisan kita di halaman depan, sementara sisanya atau kelanjutannya baru bisa dibaca setelah meng-klik read more (baca lanjutannya). Saya melihat banyak sekali blogger yang melakukan hal ini di blog miliknya. Salah satu tujuannya adalah untuk menghemat space (ruangan halaman), sehingga pembaca bisa disodori lebih banyak pilihan di halaman depan. Dengan membaca sebagian dari isi artikel, kadang-kadang seseorang bisa memutuskan apakah akan membaca sampai selesai atau tidak.
 
Sayangnya saya termasuk orang yang tidak suka dengan gaya ini. Ada dua alasan yang membuat saya tidak menyukainya:
  1. Buat saya, menarik atau tidaknya suatu artikel, tidak bisa diputuskan hanya dari satu atau dua paragraf awal. Meskipun benar bahwa untuk memutuskan apakah suatu artikel itu menarik atau tidak - tercermin dari satu atau dua paragraf, tetapi ide bahwa saya didikte hanya untuk membaca paragraf awal oleh si penulis, membuat saya tidak nyaman. Sayalah yang harus memutuskan paragraf mana yang akan saya baca untuk menilai keseluruhan artikel, apakah itu di awal, tengah, atau bagian akhir.
  2. Meng-klik read more hanya untuk membaca sisa artikel sudah menghilangkan mood saya untuk membaca. Itu sebabnya saya tidak begitu suka baca koran yang kebanyakan juga hanya menampilkan sebagian artikel atau berita yang jadi headline di halaman depan, sementara sisanya mengharuskan saya untuk membuka halaman berikutnya, atau bahkan halaman tengah. Saya suka menyelesaikan bacaan yang dalam satu langkah langsung tuntas. Karena itu, jika Anda membaca blog saya, Anda tidak akan pernah menemukan si read more ini, meski banyak blogger lain melakukannya.
Lagi-lagi, ini soal selera. Jadi mungkin saja saya berbeda dengan Anda. Dan itu tidak apa-apa.
Tags: ,  


Saatnya mendapatkan hak kita. Surfing dibayar. Referring temen juga dibayar. Daftar GRATIS! Di Agloco, nggak ada biaya tersembunyi. 100% GRATIS!!

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home