BUKA MULUT: Menulis, Haruskah Ikut Selera Juri?

Close

 

Jangan Lupa

DAFTAR AGLOCO DI SINI!

Download Gratis!

FREE AGLOCO EBOOK di SINI!

December 11, 2006

Menulis, Haruskah Ikut Selera Juri?

Konon topik yang paling laku di internet mau pun dalam kehidupan sehari-hari adalah 'how to'. Maksudnya adalah 'cara untuk melakukan sesuatu'. Dalam beberapa kasus, bisa juga disamakan dengan 'tips & tricks' atau 'kiat' alias 'jurus'. Misalnya cara mengotak-atik blog, cara tidur sehat, cara meningkatkan traffic ke web kita, atau bahkan cara agar jadi juara lomba menulis.
 
Kenapa 'how to' bisa jadi topik yang banyak dicari orang? Biasanya karena memang merupakan sesuatu yang sudah teruji, meski tidak semuanya begitu. Dengan mengetahui langkah yang tepat untuk melakukan sesuatu, maka orang jadi punya pegangan dalam melakukan sesuatu dan tidak sekedar meraba-raba atau menebak-nebak. Tahapan 'trial and error' tak perlu lagi dilewati.
 
Di salah satu milis penulisan saya menemukan posting berisi 'how to' alias tips agar jadi pemenang lomba penulisan. Ada dua point yang saya tangkap:
  1. Mematuhi kriteria yang ditetapkan
  2. Menyesuaikan tulisan kita dengan selera juri, karena para juri hanya akan mengagumi tulisan yang sesuai dengan selera mereka
Point pertama tidak ada masalah, karena memang begitulah seharusnya. Hanya saja untuk yang kedua, rasanya masih debatable. Mungkin itu benar, jika tujuan kita adalah untuk memenangkan lomba. Jika tujuannya hanya sampai di situ, saya bisa menambahkan, banyak-banyaklah mengundang teman,saudara, kenalan dan lain-lain untuk ngasih komentar positif dan dukungan atas tulisan kita. Ini akan berguna ketika pola penilaian juga memasukkan unsur komentar, polling dll. Kalau di TV, kurang lebih sejenis dengan dukungan via SMS.
 
Tapi, jika tujuan kita (ikut lomba) menulis adalah untuk bisa menulis secara lebih baik, saya sangat tidak setuju dengan cara kedua. Jika kita berupaya menyesuaikan tuisan kita dengan selera juri, maka tulisan yang kita buat pasti tidak mencerminkan'style' kita. Yang lebih parah, jika jurinya lebih dari satu, maka dijamin tulian kita akan kacau balau, karena ada kemungkinan selera juri yang satu dengan yang lain saling bertolak belakang. Repot kan?
 
Yang lebih pentingmenurut saya, berusahalah menulis dengan sebaik-baiknya, tentu dengan 'style' alias gaya kita sendiri. Menulislah dengan jujur, karena kita tidak perlu jadi orang lain untuk menjadi penulis. Jadi juara memang penting, tapi bukan itu tujuan utama kita menulis. Bukankah kita tidak ingin dicap sebagai pengekor? Maka, sekali lagi, menulislah dengan jujur. Jadilah diri sendiri!
 
Selamat menulis.
 
Tags:


Saatnya mendapatkan hak kita. Surfing dibayar. Referring temen juga dibayar. Daftar GRATIS! Di Agloco, nggak ada biaya tersembunyi. 100% GRATIS!!

1 Comments:

At 12/12/2006 09:34:00 am, Anonymous luthfi said...

ya memang rasanya kembali pada tujuan kita menulis itu untuk apa, atau mungkin lebih tepatnya untuk siapa (jika juri adalah salah satu faktor kunci).

CMIIW

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home